Kota Bengkulu, Swara Indonesia – “Jauh Panggang dari Api”, Semboyan Wali murid di Kota Bengkulu yang  sejak kepemimpinan A Gunawan sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu  marak dengan pemberitaan miring di sekolah SD maupun SMP di Kota Bengkulu ini

Seperti informasi yang diberikan salah satu Wali murid SMPN 14 Kota Bengkulu yang tidak mau nama nya disebut, mengatakan “Adanya pungutan uang perpisahan anak siswa di SMPN 14 sangat menyusahkan, mengingat keluarga kami sebenarnya termasuk  orang yang kurang mampu, namun ini jadi keterpaksaan, dikarenakan enggak mungkin orang bayar semua sementara anak kami tidak bayar dengan anggaran yang sudah di tentukan oleh pihak sekolah”ungkap Wali murid tersebut.

Pelepasan Siswa Tahun Ajaran 2023 – 2024 SMPN 14 Kota Bengkulu yang dilaksanakan bertempat disalah satu gedung Hotel Pantai Panjang pada hari Rabu,  29 Mei 2024 dengan mengumpulkan dana cukup fantastis diduga jadi sorotan publik.

Karena berdasarkan informasi dari wali murid perpisahan/pelepasan siswa kelas IX SMPNn 14 Kota Bengkulu menggunakan biaya sumbangan hasil dari kesepakatan rapat komite beserta para orang tua siswa,nominal biaya keseluruhan yang telah ditetapkan Rp.510.000 per-siswa dengan jumlah siswa kurang lebih  205 siswa.

Saat memberikan keterangan informasi  dari orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa biaya Perpisahan/ Pelepasan siswa dengan jumlah biaya sebesar Rp.510.000 Dengan rincian sebagai berikut:

-Pembayaran Uang Panggung Pensi Disekolah, sebesar  Rp.60.000

-Pembayaran Uang Photo Rp.30.000

-Pembayaran Uang Acara Perpisahan sebesar Rp.420.000 yang diadakan di ruangan Gedung Hotel Adiva Pantai Panjang.

Informasi dari Wali murid kelas IX saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Kepala Sekolah SMPN 14 Kota Bengkulu, Annisa mengatakan bahwa langsung saja ketemu ketua komite karena setiap kegiatan yang kami kerjakan sudah sesuai dengan rapat kesepakatan bersama orang tua/wali siswa.

Dilain sisi saat dikonfirmasi melalui via telpon seluler Ketua Komite menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan dengan kesepakatan bersama wali murid,melalui perencanaan,dan sesuai teknis.

Bahkan bukan itu saja beliau juga mengatakan apabila awak media membutuhkan rincian perencanaan kegiatan beliau siap memperlihatkan,karena harus transparan.Kalau terjadi penyimpangan berarti itu terjadi karena pihak ke 3.

Dengan adanya kegiatan perpisahan/ pelepasan siswa memakan biaya yang cukup Fantastis ditakutkan terindikasi dugaan dimanfaatkan oleh oknum oknum yang mencari kesempatan untuk mencari keuntungan pribadi.

Saat di minta keterangan terkait maraknya ada dana perpisahan di sekolah baik di SD maupun di SMP sekota Bengkulu, kami awak media (31 Mei 2024),mewancarai Ketua LSM DPPNI (Dewan Pemantau Penyelenggaraan Negara Indonesia), Hendri mengatakan kepada awak media, “Apakah Program Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi sudah tidak dipakai lagi?, Sebab setau saya itu program beliau SD dan SMP Se-Kota Bengkulu ini bebas biaya, kalau ini sampai mencapai angka di atas 500rb sudah ada dugaan melawan hukum”

Hendri juga mengatakan terhadap awak media ini sejak kepemimpinan A. Gunawan sebagai Kepala  Disdik Kota Sekarang ini,  banyak hal-hal yang melanggar ketentuan yang ada, saya minta kepada PJ. Walikota Bengkulu agar segera memberikan teguran keras terhadap Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, supaya Bengkulu menjadi panutan atau barometer untuk kabupaten- kabupaten di Provinsi Bengkulu ini, tutup Hendri. (DD/Red/SWAIN)