Bengkulu, Swara-indonesia.com. Dugaan adanya Yayasan yang bergerak di bidang dunia pendidikan di kota bengkulu yang terindikasi mark-up data Dana Bos serta mendapatkan sertifikasi tanpa jam mengajar 24 jam, Sangat disayangkan dunia pendidikan agama tercoreng dengan segelintir orang, lagi lagi dunia pendidikan terkhusus pendidikan di bidang agama Islam yang notabene Indonesia mayoritas beragama Islam

Menurut Nara sumber media swara-indonesia.com yang tidak mau namanya di sebut mengatakan sejak dari bulan Desember 2023 Dana Bos tidak sesuai penggunaan dengan juknis dan juklaknya Dana Bos di salah gunakan Bahkan diduga Dana Bos di gunakan untuk membangun gedung tempat kantor yayasan madrasah ibtidaiyah terpadu mutiara Assyifa yang beralamat jalan Mawar RT 18 RW 03 Kelurahan Bumi Ayu Kecamatan Selebar Kota Bengkulu

Menurut Nara sumber, Ketua Yayasan tidak Mengajar, sesuai informasi yang dia dapat dari salah satu wali murid, tapi kok dia bisa mendapatkan sertifikasi ujarnya Nara sumber ke awak media??

Setelah mendapat kan laporan dari Nara sumber media swara-indonesia.com tim wartawan dan lembaga LSM langsung turun kelapangan untuk mendapatkan hak jawab ketua yayasan pak Deby selaku Ketua Yayasan Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Mutiara Assyifa

Saat di konfirmasi secara langsung kepada ketua Yayasan Madrasah Ibtidaiyah Terpadu

Mutiara Assyifa Pak Deby mengatakan itu tidak benar kalau saya tidak mengajar” memang saya ada nggak mengajar pak, saya kan sakit pak, hampir dua tahun saya sakit pak, tapi kalau saya tidak sakit saya selalu mengajar pak, bahkan saya selalu kontrol pak, jadi bapak sakit selama ini tanya wartawan?? iya pak, lihat la badan saya ini pak baru sembuh dari sakit pak, setelah sembuh sakit la saya umroh pak kata pak Deby selaku ketua yayasan,

Di tanya lagi terkait dana bos yang informasi nya tidak sesuai dengan penggunaan nya tidak tepat juknis dan juklak nya itu gimana pak? Tanya wartawan? informasi nya Dana Bos di gunakan untuk pembangunan gedung kantor yayasan ini gimana pak? Tanya wartawan lagi,

“Kalau masalah pembangunan gedung ini pak, itu hasil kami ambil uang bank pak, dan kami di bantu juga oleh pihak Masmedia pak”, Kata Pak Deby Ketua Yayasan Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Mutiara Assyifa.

Ditanya lagi terkait bangunan gedung yang dibantu oleh penerbit Masmedia itu, berarti pihak Yayasan kerjasama ya pak Deby penjualan buku di sekolah? Tanya wartawan, dijawab, “Kami tidak menjual buku pak, tapi pihak penerbit Masmedia itu buka Bazar, Kata Ketua Yayasan dan ketika ditanya lagi oleh wartawan, “Apa iya pihak penerbit Masmedia mau bantu bangun gedung Yayasan Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Mutiara Assyifa ini tanpa meraup keuntungan pak?” Tanya wartawan, Dijawab secara singkat oleh Pak Deby selaku Ketua Yayasan, “Itu faktanya pak”.

Merasa tidak sesuai dengan jawaban dari Ketua Yayasan Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Mutiara Assyifa, awak media langsung konfirmasi dengan Bapak H. Sipuan selaku kepala Kemenag kota Bengkulu.

Setelah mendapat keterangan dari kepala Kemenag kota Bengkulu, awak media coba konfirmasi lagi kepala sekolah Yayasan Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Mutiara Assyifa ibu Rulitamandasari,

Di tanya oleh wartawan terkait dana bos di sekolah madrasah ibtidaiyah terpadu mutiara Assyifa kepada Kepala Sekolah ibu Rulitamandasari menjawab, untuk penggunaan Dana Bos kami dari tanggal 6 Desember 2023 untuk diketahui penggunaan dana bos 60% kami gunakan untuk pembayaran honor guru, karena guru kami semua honor, yang ASN hanya 1 orang, sesuai juknis bos,dan bos itu boleh digunakan untuk pembayaran honor gitu. Sisanya yang 40% di gunakan operasional sekolah, seperti pembelian ATK pembayaran listrik WiFi pengadaan soal ulangan anak2 dll, tutup kepala sekolah yayasan madrasah ibtidaiyah terpadu mutiara Assyifa,

Di konfirmasi oleh awak media Robet Alamsyah SE selaku ketua Yayasan Lestari melalui WhatsApp terkait adanya kisruh di Yayasan Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Mutiara Assyifa, Robet Alamsyah, SE mengatakan, “itu gampang, minta saja audit BPK, nanti kalau terbukti ada temuan atau terindikasi menggunakan uang negara yang tidak sesuai prosedur yang benar, maka yayasan tersebut cabut izinnya dan apabila nanti juga terbukti menggunakan uang negara yang salah, laporankan saja ke pihak yang berwenang, gampang itu”, tutup Robet Alamsyah.(DD/SWAIN/RED)